Posted on 30 Des 2024
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi bertemakan "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan melindungi perempuan.
Kegiatan yang digelar di Ruang Pragolo Setda Pati itu setidaknya dihadiri puluhan perwakilan organisasi masyarakat. Sosialisasi itu dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2024 yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Selain sosialisasi, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Genting ini akan bergerak dalam penurunan stunting di Bumi Mina Tani ini.
Launching Genting ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko yang diwakili Kepala Bagian Kesra Setda Pati, Munadi di Ruang Pragolo Setda Pati. Kegiatan itu juga dihadiri puluhan perwakilan organisasi masyarakat.
Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko yang diwakili Kepala Bagian Kesra Setda Pati, Munadi mengatakan pihaknya memberikan dukungan sepenuhnya kepada Genting. Sehingga bisa bergerak nyata dalam menurunkan angka stunting.
"Sebagai wujudkan dukungan kepada keluarga yang berpotensi stunting. Dengan menyasar ibu hamil, atau ibu yang menyusui, balita dan baduta," kata dia.
Ia menerangkan, angka prevalensi stunting berdasarkan penilaian SKI (Survei Kesejahteraan Indonesia), tahun 2023 adalah 18,5 persen. Jumlah ini mengalami penurunan 4,5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yakni 23 persen.
Meskipun demikian, upaya penurunan stunting harus terus dilakukan salah satunya lewat Genting ini. Mengingat, namun target nasional yang ditetapkan 14 persen.
"Harapannya setelah Launching nanti makin banyak perangkat daerah, atau stakeholder bergerak dan berkontribusi, sehingga makin banyak keluarga stunting yang menerima bantuan nutrisi maupun," ucapnya.
Kepala Dinsosp3akb Pati, Indriyanto mengatakan bahwa Genting memiliki peran penting dalam upaya penurunan stunting. Lewat Genting Iki nantinya akan memberikan nutrisi yang cukup kepada masyarakat.Genting merupakan gerakan untuk membangkitkan solidaritas di antara kita semuanya untuk gotong royong menurunkan angka stunting di Kabupaten Pati," kata dia.
Ia menjelaskan, dengan adanya Genting tersebut, angka stunting dapat terus ditekan. Yakni lewat sejumlah sasaran.
"Lewat Genting ini diharapkan masyarakat bergotong royong bersama membantu sasaran-sasaran, baik itu ibu hamil, balita, baduta, dan stunting," terangnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala bidang (Kabid) PPA pada Dinsos P3AKB Pati, Anggia Widiari menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk memberikan peran kepada perempuan. Sekaligus juga dalam rangka memberikan perlindungan untuk perempuan.
"Maksud dari kegiatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap peran dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam upaya peningkatan keutuhan dan kesejahteraan keluarga. Baik melalui peningkatan kualitas peran pribadi maupun organisasi dalam berbagai aktivitas pembangunan," kata dia.
Menurutnya, ketika perempuan berdaya akan menjadi pendorong terwujudnya peningkatan kualitas hidup. Kemudian akan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas," jelas dia.
"Perempuan memiliki peran dalam menumbuhkan keluarga dan otomatis masyarakat